Activity

  • arifahyuli posted an update 1 year, 5 months ago

    Identitas Buku :
    • Judul Buku : Pendidikan Agama Multikultural
    • Penulis : Zakiyuddin Baidhawy
    • Penyunting : Sayed Mahdi
    • Tebal Buku : XIII + 138 halaman
    • Tahun terbit : 2005
    • Penerbit : Erlangga

    Sinopsis buku Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural

    Masyarakat multikutural adalah sebuah fakta , fakta dimana semakin bercampur baurnya penduduk dunia. Penduduk dunia hidup dalam kedekatan dan berinteraksi dengan berbagai orang dari latar belakang etnik dan bangsa yang berbeda. Karena itu kita percaya bahwa setiap orang lahir memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda-beda. Namun hal tersebut sering timbul konflik-konflik kecil yang berujung menjadi besar. Dan ketika perbedaan nasioanalitas, etnsitas, dan ras muncul bersamaan dengan perbedaan agama, posisi sosial dan ekonomi, maka potensi bebenturan pun semakin besar.

    Multikuturalisme sedang menjadi isu penting, utamanya pasca rangkaian konflik etnik beragama dalam kurun waktu terakhir. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan problem mengelola konflik, keragaman, dan politik pengakuan akan keragaman atau keberbedaan, bahkan juga merambah padaa dunia pendidikan. Pendidian multikulturalisme bukan hanya belajar dan mengajar dengan hanya menggunakan prespektif dan bahasa, bahkan juga tentang bagaimana bahasa mengkonstruk pandangan dunia. Ia juga merupakan sistem kritik terhadap kebudayaan dan peradaban pada tingkat komunitas dan individual. Multikultural dapat juga dipahami sebagai kepercayaan kepada normalitas dan penerima keragaman.

    Pembentukan masyarakat multikultural di Indonesia yang sehat tidak dapat dilakukan secara langsung. Sebaliknya harus dilakukan secara sistematis, programatis, integrated dan berkesinambungan. Slah satu langkah strategis untuk membentuk semua itu adalah dengan pendidikan multikultural yang dilakukan oleh seluruh lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, dan bahkan dengan informal dalam masyarakat luas.
    Kebutuhan pendidikan multikultural juga telah lama diraskaan cukup mendesak bagi negara-negara majemuk lainnya. Contohnya di beberapa negara barat Kanada, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain yang sejak usainya Perang Dunia II semakin multikultural karena proses migrasi penduduk luar ke negara-negara tersebut.

    Pada pihak lain, gagasan pendidikan multikultural merupakan sesuatu yang baru di Indonesia. Meski belakangan ini sudah mulai muncul suara-suara yang mengusulkan pendidikan multikultural terseobut di Tanah Air. Pembahasan mengenai subyek ini memang masih sangat terbatas , khususnya dalam dunia pendidikan yang berkaitan dengan pendidikan agama berwawasan multikultural.

    Sebenarnya, pendidikan agama berwawasan multikultural menawarkan pendekatan dialogis untuk menanamkan kesadaran hidup bersama dalam keragaman dan perbedaan. Pendidikan ini dibangun atas semangat kesetaraan dan kesederajatan; saling percaya; saling memahami; menghargai persamaan, perbedan dan keunikan, serta interdependensi. Model pendidikan seperti ini memberi konstruk baru yang bebas dari prasangka dan stereotip mengenai agama orang lain.

    Melalui pendidikan multikultural kita mengharapkan agar pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dapat membebaskan dirinya dari prasangka, bias, dan diskriminasi atas nama apapun, baik itu agama, gender, ras, warna kulit, kebudayaan, maupun kelas sosial.

    Kelebihan Buku :

    Buku ini mengenalkan makna yang luas tentang keberbedaan atau keragaman atau yang biasa disebut multikultural. Di dalam buku Pendidikan Berwawasan Multikultural berisi tentang materi-materi yang meluas sehingga pembaca dapat memiliki wawasan yang lebih luas. Penyusunan bab ke bab selanjutnya sudah rapi dan berurutan. Penulis dari buku tersebut juha memakai kata-kata yang jarang diucapkan dari sebagian orang sehingga pembaca dapat memahami kata yang belum mengerti menjadi sudah mengerti.

    Kekurangan Buku :

    Penulis dalam menggunakan bahasanya kurang menarik dan susah dipahami oleh pembaca terutama pembaca awam. Banyak istilah-istilah yang belum diketahui orang. Buku ini kurang cocok bagi pembaca yang belum paham mengenai apa itu multikulturalisme.