Activity

  • chofifatun khamamah posted an update 3 years ago

    Resensi Buku
    Membuat Anak Gila Membaca

    Judul Buku : Membuat Anak Gila Membaca
    Penulis : Mohammad Fauzil Adhim
    Tebal Buku : 274 halaman
    Penerbit : Mizania (PT Mizan Pustaka)
    Tahun Terbit : 2007
    Cetakan : ketiga

    Membuat Anak Gila Membaca, merupakan buku karangan Mohammad Fauzil Adhim yang berisi bagaimana cara orangtua untuk membuat anak mereka menjadi anak yang gemar bahkan gila membaca.
    Awal mula ditulisnya buku ini ialah kurangnya budaya membaca yang dimiliki teman-teman kos si penulis. Mereka memiliki indeks prestasi yang bagus di kuliahnya, namun dalam hal membaca mereka sangat kurang. Hal itulah yang kemudian mendorong rasa ingin tahu si penulis untuk menemukan jawabannya dan membuat ia bersemangat mencari teori-teori pembelajaran membaca. Setelah ia menemukan buku Teaching Reading Today’s Elementary School karya Paul C. Burns dkk, ia benar-benar terkesima dan bergairah. Melalui buku ini, penulis berkeinginan agar anak-anak kelak bisa merasakan nikmatnya membaca. Dalam kesehariaanya, si penulis dan sang istri telah mencoba menerapkan teori yang terdapat di buku ini kepada anak-anak mereka. Di mulai sejak kecil bahkan ketika masih bayi, mereka membiasakan untuk mengenalkan anak-anaknya kepada buku. Untuk anak pertamanya yaitu Fathimatuz Zahra, sebelum menikah ternyata sang istri telah membeli buku kertas keras (hard-paper) yang banyak gambar sedikit kata-kata atau lazim dikenal dengan WPB (wordless picture book). Namun, proses membuat anak gila membaca tidak melulu menggunakan WPB. Setiap yang berisi tulisan, apakah itu sobekan kertas, makalah, dan sumber bacaan lain, dapat digunakan untuk merangsang kegilaan membaca pada anak.
    Dalam Teaching Reading Today’s Elementary School,Burns dkk berkata, “Membaca merupakan sebuah proses yang kompleks. Tidak hanya proses membaca itu yang kompleks, tetapi setiap aspek yang ada selama proses membaca juga bekerja dengan sangat kompleks”. Ada delapan aspek yang bekerja saat kita membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman,berpikir, belajar, asosiasi, dan afeksi. Kedelapan aspek ini bekerja secara berbarengan saat kita membaca. Saat yang tepat untuk mengajari anak membaca yaitu saat anak telah memiliki kesiapan untuk membaca, yang umumnya pada usia 6 tahun. Namun, kesiapan membaca pada anak dapat dirangsang dengan memberikan pengalaman pramembaca sebelum usia 6 tahun. Kita mengenalkan satu atau lebih bagian membaca kepada anak sehingga timbul ketertarikan yang kuat untuk “membaca”.
    Untuk membuat anak gila membaca haruslah ada kemauan dari diri orangtuanya. Jangan lupa untuk selalu membangun motivasi anak. Selain mengenalkan membaca sejak bayi, orangtua dapat membacakan buku sejak anak baru lahir. Bacakanlah buku dengan suara yang berubah-ubah sehingga berirama. Sesekali meninggi, sesekali merendah. Dengan begitu, anak akan tertarik dan benar-benar terlibat secara psikis. Bukalah buku bersama anak. Sebelum membacakan buku, sebaiknya sampaikan terlebih dulu kepada anak Anda kegiatan yang akan Anda lakukan. Ajaklah berdialog sehingga ia merasa kita mengajaknya berbicara.
    Selain itu untuk membuat anak gila membaca, sesekali ajaklah ia rekreasi ke toko buku. Ceritakan tentang asyiknya ke toko buku dan tunjukkan betapa gembira Anda ketika menemukan buku yang berharga. Doronglah anak untuk bertanya. Dan sebagai orangtua harus menjawab pertanyaan dengan memberikan pengertian yang benar. Menciptakan kondisi yang baik saat mengajarkan anak membaca sangatlah penting. Anak-anak membutuhkan dorongan berupa pujian yang tulus dan spontan. Pujilah anak dengan cara yang bersungguh-sungguh. Pujian yang diberikan kepada mereka akan membesarkan hati mereka dan membuat mereka merasa berharga. Pada saat seperti ini, harapan dan nasihat yang kita berikan kepada anak akan didengar dengan sebaik-baiknya. Harapan itu akan melekat kuat pada ingatan mereka.
    Agar minat baca anak tidak mati saat mulai bersemi, orangtua perlu menjamin kelancaran pengadaan bahan bacaan. Bahan bacaan tidak mesti dari toko buku dan perpustakaan. Bila perlu, orangtua membuat sendiri buku untuk anak (self-made book). Bahannya kertas yang sudah tidak terpakai, asal masih tersedia halaman yang masih kosong untuk ditulisi, serta kertas tebal untuk menyampuli. Bagi bayi, gunakan kertas yang tidak mudah sobek. Dunia anak adalah dunia bermain. Jika ingin membangun tradisi membaca yang kuat pada anak, kita perlu mengemas kegiatan membaca sebagai kegiatan “bermain”. Ada suasana bermain setiap kali mengajari anak-anak membaca. Ajaklah anak memahami buku secara bertahap. Jangan membebani mereka untuk memahaminya sekaligus dan menuntut mereka mampu mengungkapkan kembali secara sempurna.
    Kelebihan dari buku ini ialah bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti. Untuk kekurangannya yaitu banyaknya bahasan di dalam tiap bab, akan lebih baik jika dibagi ke dalam banyak bab agar pembaca tidak mudah jenuh hanya karena untuk menyelesaikan satu bab butuh waktu yang lebih lama.