Activity

  • Fitri Andriyani posted an update 2 months ago

    Filsafat jawi

    Ali Maksum dalam buku pengantar filsafat (2008:21) menjelaskan bahwa filsafat adalah proses berfikir secara radikal, sistematik dan universal terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Dengan kata lain, berfilsafat berarti berfikir secara radikal(mendasar, mendalam, sampai ke akar-akarnya) untuk mencapai kebenaran universal (umum, terintegral, dan tidak khusus serta tidak parsial).

    Golongan-golongan filsafat dipelajari dalam cabang-cabang/bagian-bagian filsafat sebagai berikut:
    Tentang pengetahuan
    logika yang memuat; logika formal(logic) dan logika material atau kritika(epistemology)
    Tentang ada
    metafisika atau ontologi yang membahas dan berbicara tentang hakikat daripada segala sesuatu
    Tentang dunia material
    kosmologi (philosophy of nature)
    Tentang manusia
    filsafat tentang manusia(philosophy of man) juga disebut anthropologia metafisika atau psykologia metafisika
    Tentang kesusilaan
    etika atau filsafat moral, termasuk pembicaraan norma –norma hidup bersama atau etika sosial
    Tentang Tuhan atau theologia naturalis
    merupakan konsekuensi terakhir dari seluruh pandangan filsafat(Driyarkara,2006:1019-1021)

    Epistemology
    Filsafat tentang ilmu pengetahuan yang mempersoalkan sumber, asal mula, dan jangkauan serta validitas dan realiabilitas dari berbagai klaim terhadap ilmu pengetahuan.
    Metafisika
    filsafat tentang hakekat yang ada dibalik fisika, tentang hakikat yang bersifat transenden, diluar jangkauan pengalaman dan pancaindra manusia.
    Logika
    studi tentang metode berfikir dan metode penelitian ideal yang terdiri dari observasi, introspeksi, dedukasi dan induksi, hipotesis dan eksperimen, analisis dan sintesis.
    Etika
    studi tentang tingkah laku yang ideal, termasuk didalamnya aksiologi
    Estetiaka
    studi tentang bentuk ideal dan keindahan
    Filsafat-filsafat khusus
    filsafat tentang berbagai disiplin seperti filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat agama, filsafat manusia, dan filsafat pendidikan.

    Etika
    studi tentang tingkah laku yang ideal, termasuk didalamnya aksiologi
    Estetiaka
    studi tentang bentuk ideal dan keindahan
    Filsafat-filsafat khusus
    filsafat tentang berbagai disiplin seperti filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat agama, filsafat manusia, dan filsafat pendidikan.

    Kattsoff (2004: 70-80) menjelaskan setiap cabang filsafat
    Logika. Logika membicarakan teknik-teknik untuk memperoleh kesimpulan dari suatu perangkat bahan tertentu.
    Metodologi. Metodologi ialah ilmu pengetahuan tentang metode, khususnya metode ilmiah.
    Metafisika. Istilah metafisika dipergunakan di Yunani untuk menunjukkan karya-karya tertentu Aristoteles.
    Ontologi dan kosmologi. Ontologi membicarakan asas-asas rasional dari yang ada, sedangkan kosmologi membicarakan asas-asas rasional dari yang ada yang teratur.
    Epistemologi. Epistemologi ialah cabang filsafat yang menyelidiki asal-mula, susunan, metode-metode, dan sahnya pengetahuan.
    Biologi kefilsafatan. Bilogi kefilsafatan membicraan persoalanj-persoalan mengenai biologi.
    Psikhologi kefilsafatan. Di lapangan psikhologi, seorang filsuf mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat hakiki.
    Antropologi kefilsafatan. Antropologi kefilsafatan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang manusia.
    Sosiologi kefilsafatan. Dalam sosiologi kefilsafatan terkait dengan filsafat sosial dan filsafat politik.
    Etika. Di dalam melakukan pilihan, kita mengacu kepada istilah-istilah seperti baik, buruk, kebajikan, kejahatan, dan sebagainya.
    Estetika. Estetika merupakan cabang filsafat yang membicarakan definisi, susunan dan peranan keindahan, khususnya di dalam seni.

    Cabang-cabang filsafat menurut Suriasumantri (2003:32-33)
    apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah (logika)
    mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika)
    apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek (estetika)
    Kemudian bertambah lagi:
    teori tentang ada: tentang hakikat keberadaan zat, tentang hakikat pikiran serta kaitan antara zat dan pikiran yang semuanya terangkum dalam metafisika
    politik yaitu kajian mengenai organisasi social pemerintahan yang ideal.

    Kelima cabang filsafat tersebut, kemudian berkembang menjadi cabang-cabangfilsafat yang mempunyai bidang kajian spesifik
    1. Epistemologi (filsafat pengetahuan)
    2. Etika (filsafat moral)
    3. Estetika (filsafat seni)
    4. Metafisika
    5. Politik (filsafat pemerintahan)
    6. Filsafat agama
    7. Filsafat ilmu
    8. Filsafat pendidikan
    9. Filsafat hukum
    10. Filsafat sejarah
    11. Filsafat matematika

    cabang-cabang filsafat secara umum
    1. Metafisika
    Sesuai dengan pernyataan Kattsoof (2004:72-74), istilah metafisika dipergunakan di Yunani untuk menunjukkan karya-karya tertentu Aristoteles. Istilah ini berasal dai bahasa Yunani meta ta physika yang berarti hal-hal yang terdapat sesudah fisika. Aristoteles mendefinisikannya sebagai ilmu pengetahuan mengenai yang ada sebagai yang ada , yang dilawankan misalnya yang ada sebagai yang digerakkan atau yang ada sebagai yang dijumlahkan. Dewasa ini, metafisika digunakan baik untuk menunjukkan cabang filsafat pada umumnya maupun acapkali untuk menunjukkan cabang filsafat yang mempelajari pertanyaan-pertanyaan terdalam.
    Blackburn (2013:553-554) menjelaskan bahwa istilah metfisika awalnya merupakan judul untuk buku-buku Aristoteles sesudah physics, namun sekarang diaplikasikan untuk penyelidikan apapa pun yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang realitas yang terletak di balik atau di belakang hal-hal yang sanggup difahami oleh metode ilmu.

    2. Ontolologi
    Ontologi merupakan bagian dari filsafat yang paling umum. Ontologi merupakan metafisika umum, yang mempersoalkan adanya segala sesuatu yang ada. Driyarkara (2006: 1020) menyatakan bahwa ontologi berbicara tentang ada: metafisika atau ontology yang membahas apakah arti ada itu, apakah kesempurnaannya, apakah tujuan, apakah sebab dan akibat, apa yang merupakan dasar yang terdalam dalam setiap barang yang ada.
    Mudhofir (2001:260) dalam Kamus Istilah Filsafat dan Ilmumenjelaskan ontologi sebagai berikut:
    studi tentang, teori yang membicarakan
    1. studi tentang ciri-ciri pokok dari ada dalam dirinya terpisah dari studi tentang hal-hal yang ada secara khusus.
    2. cabang filsafat yang membicarakan keteraturan dan struktur kenyataan dalam arti yang paling luas yang mempergunakan kategori ada/menjadi, hakikat, kemestian, ada sebagai ada, ketergantungan diri, pemenuhan diri, terdalam, dasar
    3. cabang filsafat yang berusaha menggambarkan hakikat dari ada yang terdalam
    4. cabang filsafat yang menanyakan apa yang dimaksud ―ada (to be), mengapa (to exist) dan (b) yang menganalisis berbagai makna hal-hal dikatakan mengada ataupun berada
    5. cabang filsafat yang menyelidiki kedudukan kenyataan dari sesuatu, yang menyelidiki jenis kenyataan, dan yang menyelidiki kenyataan-kenyataan lain.

    3. Epistemologi
    Epistemologi merupakan bagian atau cabang filsafat. Driyarkara (2006:1019) menjelaskan salah satu cabang filsafat tentang pengetahuan adalah logika yang memuat logika formal yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukum memikir, yang harus ditaati supaya dapat berfikir dengan benar dan mencapai kebenaran serta logika material atau kritika (epistemology) yang memandang isi pengetahuan, bagaimana isi ini dapat dipertanggungjawabkan, mempelajari sumber-sumber dan asal ilmu pengetahuan, alat-alat pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan, kemungkinan-kemungkinan dan batas pengetahuan, kebenaran dan kekeliruan, metode ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

    4. Aksiologi
    Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai, yang umumnya ditinjau dari sudut kefilsafatan (Kattsoff terjemahan Sumargono, 2004:319). Definisi yang lain dijelaskan oleh Mudhofir (2001:45) aksiologi dari kata Yunani axios yang berarti bernilai, berharga dan logos berarti kajian tentang. Analisis atas nilai-nilai untuk menentukan makna, ciri, asal mula, corak, ukuran, dan kedudukan epistemologinya. Wiramiharja (2007:155) menjelaskan aksiologi mempunyai kaitan dengan axia yang berarti nilai atau berharga. Aksiologi dapat diartikan sebagai wacana filosofis yang membicarakan nilai dan penilaian. Aksiologi digunakan terutama sebagai teori umum mengenai nilai.