Activity

  • Heri Cah posted an update 1 week, 1 day ago

    A. IDENTITAS BUKU

    Judul Buku : Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
    Pengarang : Marah Rusli
    Penerbit : PT. Balai Pustaka (Persero)
    Kota Terbit : Jakarta
    Tahun Terbit : 1922
    Cetakan : 50 (2013)

    B. ISI

    Siti Nurbaya mulai merasakan penderitaan hidupnya setelah ditinggal mati ibundanya. Ayahnya, Sulaiman memulai usaha dengan modal pinjaman dari Datuk Maringgih. Datuk Maringgih merupakan tokoh yang berperawakan buruk rupa, dengki, suka menghalalkan segala cara, mata duitan, pelit, tetapi juga merupakan saudagar kaya raya.
    Disaat usaha Sulaiman mulai berkembang dan Datuk Maringgih tidak menghendakinya, ia menyuruh anak buahnya untuk memusnahkan usaha Sulaiman, akhirnya Sulaiman jatuh miskin dan tidak mampu membayar pinjaman modal kepada Datuk Maringgih. Datuk Maringgih menawarkan kepada sulaiman jika Siti Nurbaya mau dinikahi Datuk Maringgih maka akan lunas hutangnya, namun disaat Sulaiman setuju, maka bersamaan dengan Siti Nurbaya yang merasa kehilangan harga dirinya, karena ia juga telah memiliki kekasih, Samsulbahri yang sedang sekolah di Jakarta.
    Beberapa waktu kemudian, Siti Nurbaya menemui ajalnya setelah diracun oleh anak buah Datuk Maringgih sesaat mencoba kabur. Samsulbahri yang mengetahui kabar itu langsung bergabung dengan militer. Suatu ketika saat kembali ke Padang karena kerusuhan yang dilakukan oleh Datuk Maringgih, Samsulbahri sebagai pimpinan militer (Letnan) berhadapan dengan Datuk Maringgih, yang telah memupuskan impiannya hidup bersama Siti Nurbaya. Disitulah pertempuran antara Samsulbahri yang menggunakan senjata api dengan Datuk Maringgih yang menggunakan parang. Samsulbahri tanpa ampun langsung menembak Datuk Maringgih, tetapi sesaat sebelum mati, Datuk Maringgih sempat membacok kepala Samsulbahri yang mengakibatkan mereka berdua mati bersamaan.

    C. TANGGAPAN

    Karya Sastra ini sangat mudah dipahami berbagai kalangan, karena menggunakan Bahasa Melayu yang sederhana sehingga pembaca dapat menafsirkan isi cerita tersebut dengan baik dan benar. Sampai saat ini karya tersebut masih dapat diterima dengan baik di semua kalangan masyarakat walaupun usianya sudah hampir mencapai 100 tahun.