Activity

  • Mutiara Annisa posted an update 1 month, 1 week ago

    Penelitian Kualitatif : Studi Kasus

    Riset studi kasus mendeskripsikan suatu kasus dalam kehidupan nyata, dalam konteks kontemporer. Penelitian studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus) atau beragam kasus melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan pengumpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan beragam sumber informasi dan melaporkan deskripsi kasus dan tema kasus. Latar belakang riset ini adalah disiplin ilmu psikologi, hukum, sains politik, dan kedokteran.

    CIRI UTAMA STUDI KASUS
    Riset studi kasus dimulai dengan mengidentifikasi satu kasus yang spesifik. Kasus ini dapat berupa entitas yang konkret, misalnya individu, kelompok kecil, organisasi, atau kemitraan.
    Tujuan dari pelaksanaan studi kasus tersebut juga penting. Tujuan dari studi kasus tersebut adalah untuk memahami isu, problem, atau keprihatinan yang spesifik dan kasus tersebut diseleksi untuk dapat memahami permasalahan tersebut dengan baik (kasus instrumental)
    Ciri utama dari studi kasus kualitatif yang baik adalah studi kasus itu memperlihatkan pemahaman mendalam tentang kasus tersebut.
    Pemilihan pendekatan untuk analisis data dalam studi kasus akan berbeda-beda. Sebagian studi kasus melibatkan analisis terhadap unit-unit dalam kasus tersebut, sementara itu sebagian yang lain melaporkan tentang keselurahan kasus.
    Agar analisisnya dapat dengan baik, riset studi kasus yang baik juga melibatkan deskripsi tentang kasus tersebut. Agar studi kasus dapat menghasilkan temuan yang lengkap, maka harus melibatkan deskripsi tentang kasus tersebut dan tema masalah yang telah diungkap oleh peneliti ketika mempelajari kasus tersebut.
    Tema atau masalah itu dapat diorganisasikan menjadi kronologi oleh peneliti, menganalisis keseluruhan kasus untuk mengetahui berbagai persamaan dan perbedaan di antara kasus tersebut, atau menyajikannya dalam suatu model teoritis.
    Studi kasus sering diakhiri dengan kesimpulan yang dibentuk oleh peneliti tentang makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus tersebut
    TIPE STUDI KASUS
    Studi kasus instrumental tunggal (Stake, 1995) yaitu peneliti memfokuskan pada isu atau persoalan, kemudian memilih satu kasus terbatas untuk mengilustrasikan persoalan ini.
    Studi kasus kolektif (majemuk) yaitu satu isu atau persoalan juga dipilih, tetapi peneliti memilih beragam studi kasus untuk mengilustrasikan isu atau persoalan tersebut.
    Studi kasus intrinsik yaitu studi kasus yang terfokus pada kasus itu sendiri, seperti mengevaluasi program, karena kasus tersebut menghadirkan situasi yang tidak biasa atau unik.

    PROSEDUR DALAM PELAKSANAKAN STUDI KASUS

    Para peneliti menentukan terlebih dahulu apakah pendekaran studi kasus sudah tepat untuk mempelajari permasalahan risetnya.
    Para peneliti perlu mengidentifikasi kasus atau beberapa kasus mereka. Kasus ini mungkin melibatkan satu individu, beberapa individu, sebuah program, suatu peristiwa, atau suatu aktivitas.
    Pengumpulan data dalam riset studi kasus biasanya meluas, mengambil beragam sumber informasi, misalnya pengamatan, wawancara, dokumen, dan bahan audiovisual.
    Tipe analisis data ini dapat berupa analisis holistik dari keseluruhan kasus atau analisis melekat dari salah satu aspek dari kasus tersebut (Yin, 2009).
    Pada tahap penafsiran akhir, peneliti melaporkan makna dari kasus tersebut, apakah makna tersebut datang dari pembelajaran tentang persoalan dari kasus tersebut (kasus instrumental) atau pembelajaran tentang situasi yang tidak biasa (kasus intrinsik).