Activity

  • Mutiara Annisa posted an update 1 month, 1 week ago

    Penelitian Kualitatif : Fenomenologi

    Studi fenomenologi merupakan studi yang berusaha mencari “esensi” makna dari suatu fenomena yang dialami oleh beberapa individu. Untuk menerapkan riset ini, peneliti bisa memilih antara fenomenologi hermeneutik atau fenomenologi transendental. Prosedur yang terkenal dari riset ini adalah epoche (pengurungan), yakni suatu proses di mana peneliti harus mengesampingkan seluruh pengalaman sebelumya untuk dapat memahami semaksimal mungkin pengalaman dari para partisipan. Analisis berpijak pada horizinalisasi, di mana peneliti berusaha memeriksa data dengan menyoroti pernyataan penting dari partisipan untuk menyediakan pemahaman dasar tentang fenomena tersebut. (Cresswell, 2015)

    CIRI UTAMA STUDI FENOMENOLOGI

    Penekanan pada fenomena yang hendak dieksplorasi berdasarkan sudut pandang konsep atau ide tunggal.
    Eksplorasi fenomena pada kelompok individu yang semuanya telah mengalami fenomena tersebut.
    Pembahasan filosofis tentang ide dasar yang dilibatkan dalam studi fenomenologi.
    Pada sebagian bentuk fenomenologi, peneliti mengurung dirinya di luar dari studi tersebut dengan membahas pengalaman pribadinyadengan fenomena tersebut.
    Prosedur pengumpulan data yang secara khas melibatkan wawancara terhadap individu yang telah mengalami fenomena tersebut.
    Analisis data yang dapat mengikuti prosedur sistematis yang bergerak dari satuan analisis yang sempit menuju satuan yang lebih luas kemudian menuju deskripsi yang detail yang merangkum dua unsur, yaitu “apa” yang telah dialami oleh individu dan “bagaimana” mereka mengalaminya.
    Fenomenologi diakhiri dengan bagian deskriptif yang membahas esensi dari pengalaman yang dialami individu tersebut dengan melibatkan “apa” yang telah mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya.
    TIPE STUDI FENOMENOLOGI

    Fenomologi Hermeneutik
    Pada tipe ini riset diarahkan pada pengalaman hidup (fenomenologi) dan ditujukan untuk menafsirkan “teks” kehidupan (hermeneutika).

    Feomologi Transendental atau Psokologis
    Pada riset ini kurang berfokus pada penafsiran dari peneliti, namun lebih berfokus pada deskripsi tentang pengalaman dari para partisipan tersebut. Lebih menekankan pada konsep epoche (pengurungan), yaitu para penelitinya menyingkirkan pengalaman mereka sejauh mungkin untuk memperoleh perspektif yang segar (baru) terhadap fenomena yang sedang dipelajari.

    PROSEDUR PELAKSANAAN RISET FENOMENOLOGI
    Peneliti menentukan apakah problem risetnya paling baik dipelajari dengan menggunakan pendekatan fenomenologis.tipe permasalahan yang cocok untuk riset ini adalah permasalahan untuk memahami pengalaman yang sama atau bersama dari beberapa individu pada suatu fenomena.
    Fenomena yang menarik untuk dipelajari, misalnya kemarahan, profesionalisme, apa yang dimaksud dengan kurang berat badan (underweight), atau apa yang dimaksud dengan seorang pegulat.
    Data dikumpulkan dari individu yang telah mengalami fenomena tersebut.
    Data dikumpulkan dari individu yang telah mengalami fenomena tersebut.
    Para partisipan diberi dua pertanyaan umum: (1) Apakah yang telah Anda alami terkait dengan fenomena tersebut? ; (2) Konteks atau situasi apakah yang biasanya mempengaruhi pengalaman Anda dengan fenomena tersebut?
    Langkah analisis data fenomenologis secara umum sama untuk semua fenomenolog psikologis yang membahas metode.
    Pernyataan penting dan tema ini kemudian digunakan untuk menulis deskripsi tentang apa yang dialami oleh partisipan (deskripsi tekstural). Pernyataan dan tema itu juga digunakan untuk menulis deskripsi tentang konteks atau latar yang mempengaruhi bagaimana para partisipan mengalami fenomena tersebut, disebut variasi imajinatif atau deskripsi struktural.
    Dari deskripsi struktural dan tekstural tersebut, peneliti kemudian menulis deskripsi gabungan yang mempresentasikan “esensi” dari fenomena, disebut struktur invarian esensial.