Activity

  • Mutiara Annisa posted an update 1 month, 1 week ago

    Jenis-jenis Penelitian Kualitatif

    Pendekatan kuantitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Sebaliknya pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif, interview mendalam, analisis isi, bola salju dan story. (Musianto, 2002). Dalam tulisan ini, akan dibahas jenis-jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif berdasarkan buku Penelitian Kualitatif & Desain Riset (Creswell, 2015).

    1. Naratif
    Studi naratif didefinisikan sebagai studi yang berfokus pada narasi, cerita, atau deskripsi tentang serangkaian peristiwa terkait dengan pengalaman manusia. Menurut Webster dan Metrova (2007), narasi (narrative) adalah suatu metode penelitian di dalam ilmu-ilmu sosoial. Sebagai suatu bentuk khas dari penelitian naratif, biasanya berfokus pada studi satu orang atau individu tunggal dan bagaimana individu itu memberikan makna terhadap pengalamannya melalui cerita-cerita yang disampaikan, pengumpulan data dengan cara mengumpulkan cerita, pelaporan pengalaman individu, dan membahas arti pengalaman itu bagi individu (Cresswell, 2012).
    2. Studi Kasus
    Studi kasus merupakan salah satu jenis pendekatan kualitatif yang menelaah sebuah “kasus” tertentu dalam konteks atau setting kehidupan nyata kontemporer. Tipe penelitiannya berdasarkan tujuan, yaitu studi kasus instrumental tunggal (yang berfokus pada satu isu atau persoalan tertentu), studi kasus kolektif (yang memanfaatkan beragam kasus untuk mengilustrasikan satu persoalan penting dari berbagai perspektif), studi kasus intrinsik (yang fokusnya adalah pada kasus itu sendiri, karena dianggap unik atau tidak biasa). Prosedur utama melibatkan sampling purposeful (untuk memilih kasus yang dianggap penting), kemudian dilanjutkan dengan analisis holistik atas kasus tersebut melalui deskripsi detail atas pola-pola, konteks dan setting di mana kasus itu terjadi.
    3. Fenomenologi
    Studi fenomenologi merupakan studi yang berusaha mencari “esensi” makna dari suatu fenomena yang dialami oleh beberapa individu. Untuk menerapkan riset ini, peneliti bisa memilih antara fenomenologi hermeneutik (yang berfokus untuk “menafsirkan” teks-teks kehidupan dan pengalaman hidup) atau fenomenologi transendental (di mana peneliti berusaha meneliti suatu fenomena dengan mengesampingkan prasangka tentang fenomena tersebut). Prosedur yang terkenal dari riset ini adalah epoche (pengurungan), yakni suatu proses di mana peneliti harus mengesampingkan seluruh pengalaman sebelumya untuk dapat memahami semaksimal mungkin pengalaman dari para partisipan. Analisis berpijak pada horizinalisasi, di mana peneliti berusaha memeriksa data dengan menyoroti pernyataan penting dari partisipan untuk menyediakan pemahaman dasar tentang fenomena tersebut.
    4. Grounded Theory
    Studi grounded theory menekankan upaya peneliti dalam melakukan analisis abstrak terhadap suatu fenomena, dengan harapan bahwa analisis ini bisa menciptakan teori tertentu yang dapat menjelaskan fenomena tersebut secara spesifik. Penelitian ini berpijak pada pendekatan prosedur sistematis (yang memanfaatkan kausalitas, konsekuensi, coding selektif, dan sebagainya dari fenomena yang diteliti) atau prosedur konstruktivis (yang memanfaatkan pengumpulan data dengan cara memoing terhadap pandangan, keyakinan, nilai, atau ideologi dari para partisipan). Secara umum, prosedur grounded theory berpijak pada coding terbuka atas kategori data, selanjutnya coding aksial di mana data disusun dalam suatu diagram logika, dan terakhir mengidentifikasi konsekuensi dari proses coding tersebut, agar bisa sepenuhnya mengembangkan suatu model teoretis tertentu.
    5. Etnografis

    Studi etnografis berusaha meneliti suatu kelompok kebudayaan tertentu berdasarkan pada pengamatan dan kehadiran peneliti di lapangan dalam waktu yang lama. Studi ini dibagi dalam dua tipe etnografi, yaitu etnografi realis (di mana peneliti berperan sebagai pengamat objektif) dan etnografi kritis (di mana studinya diarahkan untuk meneliti sistem kultural dari kekuasaan, hak istimewa, dan otoritas dalam masyarakat untuk menyuarakan aspirasi kaum marjinal dari berbagai ras, kelas, dan gender). Prosedur yang digunakan berdasar pada pendekatan holistik degan analisisnya memanfaatkan data emik dan data etis.