Very Ega Efrika

  • Very Ega Efrika changed their profile picture 1 month ago

  • Very Ega Efrika changed their profile picture 2 years, 6 months ago

  • TUJUAN

    Mengetahui berbagai cara untuk memisahkan suatu larutan yang mengandung endapan.
    Terampil melakukan pemisahan suatu larutan.
    Dapat membedakan filtrat dengan sentrat.

    DASAR TEORI
    Zat atau materi dapat dipisahkan dari campurannya karena campuran tersebut memiliki perbedaan sifat, itulah yang mendasari pemisahan campuran atau dasar pemisahan. Beberapa dasar pemiahan campuran antara lain:
    1. Perbedaan ukuran partikel
    Jika ukuran partikel suatu zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencampur) dapat dipisahkan dengan metode penyaringan (metode filtrasi, dekantasi, dll). Untuk keperluan ini kita harus menggunakan penyaring dengan ukuran yang sesuai. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan disebut sebagai filtrat dalam proses filtrasi dan disebut sentrat dalam proses dekantasi (menuang). Sedangkan cairan bening tanpa endapan disebut sebagai “supernatant” dan zat pencampurnya yang masih tersisa disebut “residue/ampas”.
    2. Perbedaan kelarutan
    Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar (pelarut yang memiliki kutub) seperti air dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petroleum eter, kloroform, dan eter.
    3. Perbedaan pengendapan
    Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam larutan yang berbeda. Zat yang memiliki berat jenis lebih besar daripada pelarutnya akan mudah mengendap.
    Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pemisahan campuran. Antara lain sebagai berikut:
    1. Filtrasi (Penyaringan)
    Filtrasi adalah metode pemisahan zat yang memiliki ukuran partikel yang berbeda dengan menggunakan alat berpori (penyaring/filter). Penyaring akan menahan zat yang ukuran partikelnya lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Hasil penyaringan disebut filtrat. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan atau septum, yang diatasnya padatan akan terendapkan.
    2. Dekantasi (Penuangan)
    Dekantasi atau penuangan adalah metode pemisahan zat yang berdasarkan pada perbedaan berat jenis. Suatu padatan yang telah bercampur dengan air akan terjadi suatu endapan apabila berat jenis padatan lebih besar daripada berat jenis air. Larutan dibiarkan terlebih dahulu, kemudian padatan akan turun dengan sendirinya. Kemudian cairan dituangkan dengan hati-hati agar padatan tidak terganggu.
    Maksud dari penyaringan adalah untuk memisahkan partikel-partikel zat padat suati suspensi dari cairannya, atau memisahkan endapan dari suatu larutan dengan sempurna dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kecepatan menyaring tergantung pada:

    Besarnya diameter (pori-pori)
    Beda tekanan pada pori-pori
    Kekentalan suatu larutan
    Luas permukaan saringan
    Tebal saringan

    Alat penyaring yang biasa digunakan dalam penyaringan dapat berupa kertas saring, glass wool, dan asbes. Pada proses menyaring, endapan beserta larutan dituangkan ke dalam kertas saring sehingga larutan dapat terpisah karena dapat melewati pori-pori kertas saring, sedangkan endapan tetap bertahan pada kertas saring. Pada saat memasang penyaring harus diperhatikan udara yang terdapat diantara kertas saring dengan corong gelas harus dihilangkan, karena dapat emnghambat proses penyaringan. Sehingga dalam pemasangan kertas saring harus pas dan permukaan kertas saring harus menempel dengan corong.untuk itu sebelum digunakan harus dibasahi terlebih dahulu dengan aquadest. Untuk bentuk kertas saring yang digunakan adalah bentuk kerucut dan bentuk lipatan.
    Sedangkan untuk proses mendekantasi dapat dilakukan dengan cara menuangkan larutannya saja sehingga endapannya tidak ikut dalam larutan. Setelah terbentuk endapan, maka dengan mudah menuangkan cairannya yang supernatant, yaitu cairan jernih yang tidak mengandung endapan. Sehingga penyaringan dapat juga dilakukan dengan cara mengendapkan terlebih dahulu atau membiarkan endapan mengendap dengan sempurna.
    ALAT DAN BAHAN

    Kertas saring : 1 buah
    Corong gelas : 1 buah
    Gelas beaker : 2 buah
    Erlenmeyer : 1 buah
    Pengaduk : 1 buah
    Bubuk kapur : 2 sendok makan
    Aquadest : 50 ml

    PROSEDUR KERJA

    Memasukkan masing-masing sebanyak 25 ml aquadest kedalam gelas beaker.
    Menambahkan msing-masing 1 sendok bubuk kapur kedalam gelas beaker dan mengaduk hingga bercampur dengan rata.
    Mendiamkan larutan yang berada di dalam salah satu gelas beaker. Setelah terpisah lalu menuangkan sebagian larutan tersebut (yang bening/supernatant) kedalam tabung erlenmeyer.
    Mengukur volume akhir hasil penyaringan dengan cara menuang.
    Memasang kertas saring pada corong gelas dan membasahi kertas saring dengan sedikit aquadest lalu menuangkan larutan kapur yang sebelumnya telah dicampur pada gelas beaker yang satu. Menampung filtratnya dalam erlenmeyer.
    Mengukur volume akhir dari hasil penyaringan dengan kertas saring.
    Membandingkan sentrat yang diperoleh dari langkah no. 3 dengan filtrat yang diperoleh dari langkah no. 5.

  • Tetap semangat…

  • Very Ega Efrika changed their profile picture 4 years ago

  • Very Ega Efrika became a registered member 4 years ago