Activity

  • adhitamaprakasa posted an update 6 years, 5 months ago

    Identitas Buku :
    • Judul : Lukisan Masa Depan
    • Pengarang : Kahlil Gibran
    • Penejermah : Ali Mahmud
    • Penerbit : Padma Press
    • Cetakan : I, Januari 2013
    • Tebal Buku : II, 123 halaman.
    • Ukuran : 16,8 cm x 10,9 cm
    Sekilas isi buku :
    Dari belakang tembok Masa Kini aku dengar suara bel berbunyi, tanda akan dimulainya doa dan pemujaan di kuil Keindahan. Bel-bel yang membentuk logam emosi dan ketenangan di atas altar kudus –hati manusia.
    Dari belakang tembok Masa Depan aku melihat sekerumunan orang bersembah yang diatas mekarnya Alam Semesta, wajah-wajah mereka dihadapkan ke Timur guna menanti genangan cahaya pagi –sinar pagi Keimanan.
    Aku melihat sebuah kota yang kini berada di jurang kehancuran dimana tak ad lagi kenangan cantik yang membekas untuk diceritakan pada dunia karena kekalahan Kebodohan dan kemenangan Cahaya.
    Aku melihat para orang tua duduk dibawah naungan pohon cemara dand dibawah pohon willow nan rindang, disambangi oleh anak-anak muda yang sedang bernostalgia mendengar kisah masa lalu mereka dengan hikmat.
    Aku meliha beberapa anak muda sedang memetik gitar dan meniup seruling bambu yang nyaring berdenting mengiringi dara-dar cantil nan mempesona, berambut ikal, tergerai lepas diterpa angin, menari di bawah pohon jasmin.
    Aku melihat para suami sedang memanen gandum, dan istri-istri mereka mengumpulkan berkas-berkasnya diiringi dengan lantunan tembang lawas yang penuh dengan keceriaan.
    Aku melihat seorang perempuan muda sedang menghias dirinya dengan sebuah mahkota di kepalanya yang terbuat dari kembang lili dan rangkaian dedauan berwarna kehijauan.
    Aku melihat sebuah Persahabatan yang sangat erat terjalin antara manusia dengan semua makhluk hidup, dan sekawanan burung-burung dan kupu-kupu yang diasuh cakrawala, percaya diri dan kokoh, terbang kearah sungai.
    Aku tak menjumpai kemiskinan; tak pula kujumpai yang berlimpah ruah. Yang aku liat hanyalah persaudaraan dan persamaan hak yang membuncah dalam jiwa manusia.
    Tak aku lihat seorang dokter pun, karena setiap orang punya keterampilan dan pengetahuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
    Tak aku temukan pendeta nabapun, karena suara hati telah menjadi Pendeta Agung. Tak pula kulihat seorang pengacara, karena Alam Semesta telah menjadi tempat pengadilan, dan risalah persahabatan dan perkawanan menjelma dalam kekuasaan.
    Aku melihat manusia yang paham akan eksistensi dirinya bahwa ia adalah ciptaan batu pertama, dan ia telah membangkitkan dirinya diatas kekerdilan dan kerendahan karma serta mata jiwanya berontak dari selubung kebimbangan; saat ini, jiwaku membaca apa yang yang ditulis oleh awan-awan diatas canvas wajah surga, demikian pula dengan apa yang digambarkan opleh angin sepoi-sepoi di atas permukaan air; sekarang aku mengerti arti dari nafas sekuntum bunga dan irama burung bulbul.
    Dari belakang tembok Masa Kini, diatas panggung hari esok, aku melihat Keindahan itu laksana mempelai laki-laki dan Jiwa adalah laksana mempelai wanita nya, dan Kehidupan adalah laksana upacara Malam Kedre. []
    Sekilas sinopsis yang terdapat dibuku ini,”Sangat tak banyak anak manusia yang mampu memahami fitrah, hakikat, makna dan tujuan hidupnya di bumi ini. Mereka itulah “makhluk tuhan” yang paling sejati, yang mengerti kapasitas dan kualitasnya sebagai manusia. Untuk itulah, tingkah-laku mereka begitu bijak, arif, bertauladan dan sangat jauh dari segala bentuk kesesatan, kebusukan dan kebiadaban. Alhasil, mereka mengenyam, keabadian,…….”
    Seperti diatas ini sekilas apa yang terdapat buku Lukisan Masa Depan karya Kahlil Gibran,serta sekilas sinopsis yang terdapat dibuku tersebut. Buku ini merupakan buku terjemahan yang telah diterjemahankan oleh Ali Mahmud. Buku ini cocok untuk yang ingin menambah wawasan atau ingin mengetahui makna hidup yang kita jalani dan juga mengetahui kapasistas kita hidup didunia.
    Kelebihan Buku:
    Untuk yang ingin mengetahui makna hidup yang kita jalani saat ini sangat cocok dan yang ingin memperkaya kosataka dalam membuat puisi buku ini sangat cocok karena banyak bahasa yang puitis. Buku ini cocok yang ingin mengetahui dunia cinta karena buku ini memuat banyak sekali cerita akan cinta yang membuat orang berimajinasi saat membacanya.
    Kekurangan Buku:
    Penerjemahnya mungkin menggunakan kata-kata yang kurang dipahami oleh pembaca terutama yang pemula. Kemudian seperti nama-nama yang terdapat dibuku ini sering berubah-ubah tulisan nama nya, contohnya “Rasyid” dihalaman berikutnya menjadi “Rosyid”.

    Resensi buku ini dapat juga dlihat di http://adhitama97.blogs.uny.ac.id/