Activity

  • Endar Chrisdiyanto posted an update 1 month, 1 week ago

    PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
    Penelitian adalah suatu proses untuk mengetahui apa yang menjadi tujuan dilakukannya penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah prose berpikir untuk menemukan solusi dari sebuah permasaaha yang ingin dipecahkan. Berpikir adalah menyusun kata-kata menjadi saling berhubungan satu sama lain. selain itu juga berpikir adalah sebuah proses untuk menemukan hubungan antara fenomenologi satu dengan fenomologi lainnya. Jika sudah diketahui hunguna natar yang satu dengan yang lainnya maka akan ditemukan yang dinamakan kesimpulan dan keterkaitaanya dari kedua fenomenologi. Berpikir berarti menempatkan kesadaran kepada suatu objek sampai pikiran bergerak untuk menyadari bagian-bagian lain dari objek yang disadari itu.
    Ada beberapa cara berpikir yaitu berpikir analitik dan berpikir sintetis. Berpikir analitik yaitu berpikir dengan menganalisa permasalahan yang ada kemudian menentukan kesimpulan dari hasil analisa yang dilakukan. berpikir sintetik juga yaitu menghubungkan satu objek dengan objek yang bukan semestinya, contoh:rambut basah. Perbedaan berpikir analisis dan sintetik yaitu peda cara menghubungkan antara objjek yang satu dnegan yang lainnya. Bepikir analitis , menghubungkan objek dengen seuatu objek yang menjadi semestinya. Sedangkan berpikir analitis yaitu berpikir yang menghubungkan sesutau dengan sesuatu yang bukan semestinya.
    Ada dua pola penyusunan kalimat yaitu deduksi dan induksi. Penelitian deduksi yaitu dari khusus ke yang umum. Sedangkan untuk penelitian induki menggunakan polda dai umum menuju ke yang khusus. Sedangkan induktif adalah suatu upaya membangun teori berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan. Berpikir secara induktif merupakan suatu cara berpikir dengan mendasarkan pada pengalaman yang berulang. Bisa juga merupakan sebuah kumpulan fakta yang berserakan yang kemudian kita cari kesesuaian diantara fakta-fakta tersebut sehingga masing masing fakta memiliki keterkaitan satu sama lain. Dengan demikian berpikir secara induktif merupakan suatu rekayasa dari berbagai macam kasus yang unik atau khusus yang kemudian dikembangkan menjadi suatu penalaran tunggal yang menggabungkan kasus-kasus khusus tersebut kedalam suatu bentuk pemahaman yang umum.
    Metodologi penelitian yang baik akan menghasilkan paradigma yang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil pemikiran paradigma selalu tidak mencukupi dan terbuka untuk perubahan selanjutnya. Dengan kata lain hasil pemikiran melalui perubahan paradigma akan selalu bersifat relative, hal ini bergantung pada data dan fakta yang diperoleh dari dunia nyata yang kemudian dianalisis menurut kaidah-kaidah ilmiah. Ada 2 metode penelitian yaitu kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan kepada metode pengumpulan data numerik dan analisis statistik terhadap hipotesis yang dinyatakan oleh peneliti. Hipotesis yaitu suatu pernyataan sementara tentang hubungan variabel – variabel yang diteliti oleh peneliti. Contoh hipotesis yaitu; “Ada hubungan antara minum kopi dan sakit jantung” .
    Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menekankan kepada analisis non numerik dan analisis interpretatif terhadap fenomena sosial. Penelitian ini tidak menggunakan model – model matematik, statistik, atau komputer. Proses pengumpulan dan pengolahan data dapat menjadi sangat peka dan pelik, karena informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivisme, sementara itu penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistik (fenomenologis). Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif oleh sebagian kalangan tidak boleh dicampuradukan, namun pemahaman ini dianggap keliru oleh para peneliti yang melihat bahwa masing-masing pendekatan penelitian mempunyai kelemahan, dan oleh karenanya dianggap perlu untuk melakukan kombinasi, agar masingmasing pendekatan saling melengkapi. Alasan pemilihan kedua pendekatan penelitian tersebut adalah bahwa kedua jenis penelitian tersebut saling memperkuat dan saling melengkapi sehingga akan dicapai hasil penelitian yang tidak hanya obyektif, terstruktur dan terukur namun akan dicapai juga hasil penelitian yang mendalam dan faktual.

    Gambar 1. Digaram Alur Penelitian Kualitatif
    Ciri-ciri penelitian kualitatif sebagai berikut:
    a. Peneliti menggunakan prosedur pengumpulan data yang tepat dan teliti. Peneliti mengumpulkan data , merangkumnya dan menyusunnya dengan baik dan benar.
    b. Peneliti membingkai penelitian dengan menggunakan asumsi dan ciri pendekatan kualitatif.
    c. Penelitian menggunkan pendekatan penelitian yang sesuai dengan pendeatan penelitian kualitatif yaitu menggunakan pendekatan naratif, studi kasus, dan etnografi. Pendektaan ini sesuai dengan penelitian kualitatif dan sesuai digunakan untuk jenis penelitian ini.
    d. Penelitian dimulai dengan fokus pada konsep tunggal untuk ditelliti. Penelitian ini berfookus pada salah satu ytopik permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tujuan dari fokus ini yaitu agar hasil yang didapatkan dalam lebih mendetail dan mendalam.
    e. Penelitiian ini mendetail baik dari metode , pendekatan yang tepat dan cermat dalam pengumpulan data, analisis data dan dalam penyusunan laporan. Ketepatan dan ketelitian dilihat dari pengumpulan data yang tepat dan intensif. Ketepatan ini memvalidasi isi akurasi dari laporan yang dibuat dengan menggunakan satu atau beberapa prosedur.
    f. Penelitian ini menganalisis data dengan menerapakan gaya abstraksi yang berbeda-beda. Abstaksi dimulai dari hal yang khuususu menuju hal yang umum. Hal- hal ini dimulai dnegan menanlisa sebuah objek yang khusus barulah menunju ke obyek yang umum. Dari hasil ini didapatkkan dari hasil pengamatan yang mendtail untuk sebuah kasus dengan menggunakan metode yang tepat agar didapatakan hasil yang mendetail dan sesuai dnegan tujuan dilakukanya penelitian.
    g. Peniliti menulis secara persuasif sehingga mengajak para pembacanya ke dalam penelitian yang sedang dibuat. Dengan persuasif ini peneliti ingin membuat pembaca memahami apa yang peneliti lakukan. Selain itu juga dengan pendektan persuasif ini pembaca akan mudah memahami isinya dan memahami maksud dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
    h. Studi pembelajaran ini untuk merefleksikan dari sejarah, kebudayaan, dan pengalaman pribadi dari sang peneliti. Hal ini bukan hanya sekedar autobiografi akan tetapi hal ini lebih mempengaruhi dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap peneitiaan yang akan dibahas. Hal ini bukan hanya sekedar autobiografi akan tetapi hal ini lebih mempengaruhi dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap peneitiaan yang akan dibahas dalam mengumpulkan data, menafsirkan situasi dan bagaiman hasil yang nantinya akan didapatkan.
    i. Penelitian kualitatif ini bersifat etis. Karena tidak hanya hasil saja yang akan didapatkan tetapi juga etika dalam melakukan penelitian ini harus diperhatikan agar hasil yang didapatkan dalam penelitian ini tidak hanya untuk penelitian saja tetapi juga untuk perkembangan penelitian selanjutnya.
    Ada 5 perbedaan antara penelitian kualitatif dan juga penelitian kuantitatif yaitu sebagai berikut :
    1. Bersifat realitas, pendekatan kuantitatif melihat realitas sebagai tunggal, konkrit, teramati, dan dapat difragmentasi. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat realitas ganda (majemuk), hasil konstruksi dalam pandangan holistik. Sehingga peneliti kuantitatif lebih spesifik, percaya langsung pada obyek generalis, meragukan dan mencari fenomena pada obyek yang realitas.
    2. Interaksi antara peneliti dengan obyek penelitiannya, pendekatan kuantitatif melihat sebagai independen, dualistik bahkan mekanistik. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat sebagai proses interaktif, tidak terpisahkan bahkan partisipasif.
    3. Posibilitas generalis, pendekatan kuantitatif bebas dari ikatan konteks dan waktu (nomothetic statements), sedangkan pendekatan kualitatif terikat dari ikatan konteks dan waktu (idiographic statements).
    4. Posibilitas kausal, pendekatan kuantitatif selalu memisahkan antara sebab riil temporal simultan yang mendahuluinya sebelum akhirnya melahirkan akibat-akibatnya. Sedangkan pendekatan kualitatif selalu mustahilkan usaha memisahkan sebab dengan akibat, apalagi secara simultan.
    5. Peranan nilai, pendekatan kuantitatif melihat segala sesuatu bebas nilai, obyektif dan harus seperti apa adanya. Sebaliknya pendekatan kualitatif melihat segala sesuatu tidak pernah bebas nilai, termasuk si peneliti yang subyektif.