Activity

  • Fitri Andriyani posted an update 2 months, 3 weeks ago

    ASMARANDANA

    1.Nuhoni janji ing nguni
    Sarampunge ing panedhak
    Ing serat kajawekake
    Ing Solo lan ing Tembayad
    Wonten turunanira
    Mrih ing tembe turunipun
    Saged magertos sejarah.
    2.Wiwitaning kang agami
    Islam aneng Nusantara
    Ing jawi gantya gamane
    Ratu Islam kang kapisan
    Bintara Demak Praja
    Anyebarken agama gung
    Saking Jeng Nabi Makamad.
    3.Sampun keparenging Widi
    Pra kawula suyud samya
    Ganti tata agamane
    Limang wektu laku nembah
    Mring Gusti Rasulalah
    Sarengat Islam satuhu
    Linakonan kathi iklas.
    4.Keh pra wai kang linuwih
    Ababar agama islam
    Gambuh gusti-kawulane
    Sabda wali gusti nira
    Anemahi sanyata
    Saking gaib kang satuhu
    Ana tan kena sinelak.
    5.Wulangan agama suci
    Manungsa kang mantepana
    Mertobat marang urip
    Madhep-mantep mring pangeran
    Sesembahan sanyata
    Ya guru satuhunipun
    Kang mulang muruk pepadhang.
    6.Eling den eling seejatine
    Piwulang becik den rasa
    Linakon sarwi iklas
    Iku satuhub pepadhang
    Urip raga sadarma
    Kamulyan sinedya terus
    Run-temurun nemu mulya.
    7.Sasi Sura Rebo Legi
    Kawiwitan nedhak serat
    Wit sesanggeman unine
    Mrih utama tinemahan
    Angsal apura mulya
    Sokur kenging kangge tutur
    Nak-putu kang budi wulang.
    8.Januwari wulan iki
    Taun siji sanga uga
    Pitu-pitu panulise
    Kanthi eklas kang sanyata
    Tan pamrih den anggepa
    Iku wajibing sadulur
    Katresnan kang wus kawedhar.
    9.Kadang kang kula tresnani
    Mugi awet saduluran
    Dadya kakuwatan tembene
    Sokur dados patuladhan
    Nak-putu kang tetanya
    Menggah lenggahing sadulur
    Kang tinemu padha tuwa.
    10.Semanten atur udani
    Menggah ing raos kawula
    Anedhak serat asline
    Ingkang sampun kasalinan
    Tulis jawi dhi Purwa
    Saking asli Arabipun
    Kang kapundhi adhi Gena.

    Terjemahannya :

    1.Memenuhi akan janji terdahulu, terkandung maksud setelah selesai, mengalih aksarakana Serat Babad Tembayad, yang aslinya dalam aksara Arab, di salin ke aksara Jawa, dengan suatu pengharapan, untuk mewujudkan turunan babad tersebut, sehingga di Solo maupun Tembayad, kedua-duanya memilikinya, agar anak keturunan dikemudian hari, tidak akan kehilangan jejak, untuk memahami sejarah Tembayad tadi.
    2.Suatu sejarah yang menceritakan, awal perkembangan Agama Islam di Nusantara Jawa, suatu sejarah yang menandai pula, bahwasanya di tanah Jawa agama berganti, ditandai dengan berdirinya Praja Bintara di Demak, dikukuhkannya raja Islam yang pertama-tama, dari demaklah agama islam diserbarluaskan, ke Nusantara Jawa, agama yang berasal dari kanjeng Nabi Muhammad.
    3.Suatu kepastian dari Hyang Widi, adanya pergantian agama di bumi Jawa, demikian para kawula semuannya menerima, Islam menjadi agama dalam kehidupan mereka, lima waktu dijadikan dasar melakukan panembah, menyembah kepada Gusti Rasulullah, ikhlas lahir dan batin, semua kawula menjalankan sarengat agama dengan setulus-tulusnya.
    4.Banyak para wali yang bijaksana, menyebarluaskan dan berdakwah perihal agama islam, tidaklah mustahil antara kawula dan Gusti, terjalin suatu hubungan yang akrab, bahwasanya sebda dari wali, takubahnya juga sabda Gusti, semuanya ternyata benar dan nyata, tak ada satu orangpun yang akan membantahnya, sebab kesemuaanya adalah gaib, atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
    5.Bahwasanya yang menjadi sendi, dalam wulangan agama suci, hendklah manusia bertaubat, bahwasanya manusia diwajibkan, untuk selalu memuja kepada Tuhan Yang Maha esa, tak ada lain yang disembah, dialah guru sejati, Dia pula yang selalu memberikan penerangan dalam kegelapan, dan Dia pula yang mencerdaskan kalian semua.
    6.Ingat dan teguhkan iman kalian, hayatilah akan hakekat piwulang-pieulang yang utama, laksanakan petunjuk-petunjuk dengan ikhlas, sebab itulah sebenarnya yang disebut penerangan sejati, bukankah hakekat kehidupan didunia ini, untuk mencapai apa yang dinamakan kemuliaan, kemulian didunia maupun akhir, dengan suatu pengharapan, semoga keturunan kita semua bahagia dan mulia.
    7.Awal dari penulisan naskah ini, saya mulai pada hari Rabu Legi, bulan Januari tahun 1977 Masehi, itupun merupakan hajat kami, memenuhi apa yang telah kujanjikan, semoga kita semua mendapatkan ampunan, didekatkan pada kemuliaan, syukurlah serat babat Tembayad, dapat dimanfaatkan para anak cucu dikemudian hari, bukankah didalamnya banyak tersirat piwulang-piwulang yang luhur.
    8.Dengan segala keikhlasan lahir dan batin, tak ada maksud-maksud lain, apalagi menginginkan pujian dan sanjungan, jauh dari cita-cita kami, sekedar memenuhi kewajiaban, hidup rukun dengan sesamanya, sebagai cetusan rasa kasih dan sayang.
    9.Pengharapanku tiada lain, semoga saudara-saudaraku yang sangat saya cintai, semoga kita langgeng dan rukun dalam persaudaraan, bukankah kerukunan menjadikan manusia sentosa, syukurlah apa yang kita rintis ini akan jadi tauladan, khususnya pada anak-anak dan cucu-cucu kia dikemudian hari, jika mereka menanyakan sanak dan keluarganya, akan tahu mana yang tua dan yanng muda.
    10.Itulah apa yang sebenarnya terpetik didalam lubuk hatiku, menyalin serat Babad Tembayad dari aksara Arab, kedalam aksara Jawa, naskah asli dalam aksara Arab, tersimpan di tangan adinda Gena, sedangakan saya bernama Purwa, yang mengalihaksarakanya kedalam aksara Jawa.